Virtual Police Sudah Beroprasi, Hati Hati Main Medsos

Untuk mencegah tindakan yang melanggar pasal UU ITE, saat ini Korps Bhayangkara telah resmi meluncurkan program Virtual Police.

Kadive Humar Polri, menjelaskan bahwa cuitan di media sosial harus ditertibkan agar bersih, sehat, dan juga digunakan sebagai mestinya.

Dengan ini masyarakat diahrapkan sadar bahwa apa yang kita tulis itu tidak boleh sembarangan, apalagi tidak berdasarkan fakta yang ada.

Oleh karena itu petugas dari Virtual Police akan memberikan edukasi dan pendidikan kepada masyarakat apa apa yang termasuk konten melanggar pidana.

Cara kerja Virtual Police ini adlaah ketika ada netizen yang melakukan pelanggaran pidana di UU ITE maka akan segera di ajukan ke Direktur Siber atau anggota yang telah ditunjuk.

Kemudian petugas akan mengesahkan laporan tersebut, selanjutnya Virutal Police akan memberikan peringatan langsung ke akun netizen tersebut.

Pesan tersebut langsung masuk ke akun pribadi orang tersebut atau lewat direct message. Dengan begitu pemilik akun diharapkan bisa merespon baik dengan menghapus unggahan tersebut. Sadar bahwa unggahan itu merugikan pihak tertentu.

Jika tidak ditemukan jalan damai maka jalan terakhir adalah tindakan hukum. Namun jika pemilik akun bisa bekerjasama maka semua akan berjalan baik baik saja dan tidak perlu menempuh jalur hukum.

Oleh karena itu mari para netizen agar bijak menggunakan sosial media, isi sosmed dengan ilmu yang bermanfaat, unggahan yang menghibur tanpa menyakiti siapapun.

Dengan begitu Indonesia kita akan tenang dan damai tanpa unggahan yang tidak benar atau hoax.

Lihat juga cara menyalin caption instagram

Sumber: cnnindonesia.com